Sahabat surga.
|
M
|
elihat judul diatas pasti semua kita ingin dan merindukan dan tergiur dengan kalimat keluarga jannah,
sahabat surga, dan pasti kita ingin segera mendapatkannya, siapa yang tidak
ingin masuk kejannah, siapa yang tidak mau mendapatkan jannah, dan siapa pula
yang mampu menolak tawaran Allah yang menggiurkan yaitu surga, semua manusia
dibumi ini pasti ingin mendapatkan surga yang akan membuat kita hidup bahagia selamanya,
dalam Al
Qur’an, untuk dapat masuk surga tidaklah semudah membalikan telapak tangan
perlu adanya kesiapan mental dan jiwa yang matang untuk menyambut rezeki dan
anugerah ini, perlu adanya perjuangan yang benar-benar besar, dan harus diingat pula sesungguhnya
tidak akan mungkin Allah memberikan surga kepada manusia yang tidak menyiapkan
mentalnya untuk kepada Allah, dan tidak akan mungkin kita manusia dirindui surga
jika kita manusia yang hanya berpangku tangan tanpa berjuang dengan segenap
jiwa raganya. anda boleh berangan-angan jika nanti mati akan bisa masuk kedalam
jannahnya Allah, namun perlu juga diingat bahwasanya tidak ada keberhasilan
tanpa ada perjuangan yang sungguh-sungguh.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, dalam
rangka mempersiapkan jiwa dan mental
kita untuk dapat meraih dan menjadi keluarga jannah, sebab jannah tidak
diperuntukan bagi manusia yang tidak bisa mempersiapkan dirinya dengan baik,
persiapan-persiapan inilah yang mesti kita ketahui dan kita pelajari agar kita
bisa masuk kedalam manusia yang dirindui oleh jannah, mari kita perhatikan
beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh diri ini agar bisa meraih dan
dirindui oleh jannah. apa saja yang harus dipersiakan untuk mendapatkan jannah.
1.
mencari kebenaran.
Disurah 34 ayat 46.
46. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak
memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu mencari kebenaran
karena Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu
fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu
itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi)
azab yang keras.
Dalam ayat ini
Allah ingin menegaskan kepada kita untuk bersegera mencari kebenaran dimanapun
dan kapanpun kita berada, sebab kebenaran tidak datang dengan sendirinya jika
kita hanya berdiam dan tidak bergerak untuk mencari kebenaran tersebut, dalam
kata lain kebenaran harus dicari bukan ditunggu kedatangannya, bukankah
menunggu sifatnya adalah fasip dengan kata lain jika kita hanya menunggu
datangnya kebenaran maka kita termasuk orang orang yang pasif dalam hal
kebenaran, begitu juga sebaliknya kalau kita mencari kebenaran maka kita
termasuk orang yang aktif dalam rangka kebenaran,
Coba bandingkan
dan perhatikan mana yang lebih sukses orang yang bekerja aktif dengan yang
pasif. Mana yang lebih mulia dimata Allah kita yang aktif mencari kebenaran
dibandingkan dengan yang pasif, pasti jawabanya adalah yang aktif, makanya ada
hadist Rasullulah “ barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia yang akan
berhasil” dalam hadist Nabiyullah ingin menjelaskan kepada umatnya untuk
bersungguh sungguh dalam hal apapun terutama hal kebenaran, namun tidak sedikit
pula manusia bersungguh sungguh dalam
rangka dunia yang sementara ini kita lihat disekeliling kita, manusia yang
memang hanya mempersiapkan dirinya hanya untuk dunia mereka terlihat sukses dalam
urusan dunia, dengan harta yang berlimpah, kendaraan yang mewah. Rumah besar,
dan tidak akan Allah rugikan sedikitpun dalam usahanya.
Qs 11 : 15.
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami
berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan
mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Siapa yang
bersungguh-sungguh dengan kehidupan dunia yang fana ini maka sedikitpun Allah tidak
akan mengurangi apa yang telah dia usahakan, namun pasti dikehidupan akhirat
nanti dia akan sangat rugi. Jadi apa yang akan kita usahakan dan apa yang akan
kita cari didunia ini apakah kebenaran yang akan kita perjuangkan atau dunia
yang akan kita kejar.
Tentunya jika
kita ingin mencari kebenaran bukanlah perkara yang mudah, tentu banyak halangan
dan rintangan yang akan datang menerpa kita dalam rangka menguji apakah betul
niat kita benar untuk kebenaran, contoh jika kita seorang pekerja kantor atau
pegawai swasta yang ingin berlaku jujur ditempat perkerjaan kita dalam rangka
kebenaran tentu banyak orang yang tidak suka dengan kebenaran tersebut, jika
ada yang ingin memberikan kita uang sebagai korupsi kita tolak maka ada saja
yang akan mengatakan kita sok alim, sok suci, itu tidak bisa dipungkiri, sebab
jika ada kebenaran pasti akan ada keburukan-keburukan yang akan coba untuk
merusak kebenaran tersebut. Makanya ayat diatas mengatakan bahwasanya carilah
kebenaran hanya karena Allah semata bukan karena motive.
Persiapan jiwa yang
harus ada didalam diri manusia jika ingin mendapatkan gelar dari Allah yaitu Ashabul
Jannah yang pertama adalah mencari kebenaran, bagaimana caranya mencari
kebenaran pastinya hanya lewat Al Qur’an saja, bukankah kita ketahui pusat
kebenaran yang paling utama didunia ini adalah Al Qur’an, dan tidak bisa
dipungkiri siapa yang ingin benar hidupnya harus pakai Qur’an.
|
Qur’an sumber
kebenaran yang hakiki.Pelajari alqur’an maka kita akan dapat kebenaran yang
haq, sebab kebanaran hanya dari Allah.
|
2. 2.
Banyak
dengar.
Banyak dengar dapat kebenaran, tidak mau dengar dapat nar. Mengapa
? persiapan jiwa yang kedua untuk mencapai status ashabul jannah adalah mau
mendengar, mari kita perhatikan ayat 18 di surah 39.
18. yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti
apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang telah diberi
Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.
Ayat diatas jelas mengatakan bahwasanya yang mau mendengar kebaikan
maka akan mendapatkan petunjuk dari Allah, sebab petunjuk allah dekat dengan
orang yang mau mendengar, dalam ayat lain ada yang mengatakan bahwasanya
binatang yang paling buruk dimata Allah adalah manusia yang tidak mau mendengar
qs 08 : 22. Dan manusia yang mau mendengar adalah manusia yang mempunyai akal,
dapat ditarik pembelajaran dari ayat ini bahwasanya jika manusia tidak mau mendengar
tertutup telinga terhadap kebenaran dari Allah maka bisa dikatakan manusia itu
tidak mempunyai akal, alias gila.
Tahap perkembangan dan persiapan jiwa untuk masuk kedalam jannah
setelah mencari kebenaran adalah banyak mendengar tentunya mendengar kebenaran
dan kebaikan, pastinya bukan hanya mendengar tahap selanjutnya bagaimana
setelah mendengar kita mulai sedikit demi sedikit kita mengaplikasikan apa yang
kita dengar dengan tahap prilaku yang benar pula.
|
Gunakan telingamu dengan benar,
dan senantiasalah mendengarkan kebenaran lewat qur’an.
|
3.
Jihad
dan sabar.
Diatas sudah dikatakan bahwasanya jannah tidak diperuntukkan bagi
manusia yang tidak mau berjuang dijalan Allah, namun jannah hanya dikhususkan
bagi manusia yang mempersiapkna dirinya untuk kepada Allah, seperti ayat 142
surah ali imran.
142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan
belum nyata orang-orang yang sabar.
Jihad dan shabar adalah dua komponen jiwa yang tidak bisa
dipisahkan dari manusia yang beriman, tidak mungkin manusia bisa berjihad tanpa
adanya kesabaran didalam dirinya, dan tidak mungkin pula seseorang dapat
dikatakan sabar kalau dia tidak bersungguh-sungguh dalam menghadapi badai yang
datang dalam kehidupannya, dalam ayat ini Allah menegaskan kepada manusia apakah kamu mengira kamu akan masuk
surga, padahal kalian belum bersungguh-sungguh untuk kepada Allah dan belum
bisa bersabar dalam menghadapi cobaan yang Allah berikan,
Jihad dapat diperoleh dengan Al Qur’an sebab dalam Alqur’an surah
25 ayat 52 Allah mengatakan berjihadlah dengan Al Qur’an dengan jihad yang
besar, sedangkan sabar dapat diperoleh dengan sholat qs surah 02 ayat 45.
kesiapan jiwa yang harus kita punyai dalam menghadapi dan membenahi diri untuk
mendapatkan jannah haruslah dengan jihad dan kesabaran.
4. tahan kemelaratan dan penderitaan.
214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan
orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan
Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.
Tidak ada satu manusiapun yang mau melarat dan susah didunia ini,
semua ingin bahagia, semua ingin senang, semua ingin mudah hidup didunia ini,
tapi mengapa didalam ayat ini Allah mengatakan bahwasanya manusia yang mampu
mempersiapkan jiwanya untuk kemelaratan adalah manusia yang memang ingin kepada
jannahnya,
Biasanya, kita manusia dekat kepada Allah ketika kita susah dan
melarat, dan umumnya manusia yang lupa kebanyakan dari golongan yang berpunya,
untuk itulah Allah ingin kita mempersiapkan mental dan jiwa jika jika suatu
saat datang cobaan dimana kita tidak memiliki apapun.
Orang dahulu yang hidup dizaman Rasullulah tidaklah mudah, mereka
berjuang dengan segenap jiwa raga mereka, Abu Bakar yang dulunya kaya dan
terpandang setelah menerima ajaran dari nabi kita Muhammad saw berubah drastis
menjadi manusia yang melarat dan dikucilkan oleh kaumnya, begitu juga para
sahabat sahabat yang lain, namun kesiapan mental mereka tak kalah dengan batu
karang yang kokoh walaupun ditimpa angin dan ombak yang silih berganti melanda
mereka, tidak satupun diantara mereka menyerah dengan apa yang datang dan
mengoncang mereka, mengapa, karena mereka yakin dibalik apa yang datang dan menimpa mereka sesungguhnya pertolongan
Allah sangat dekat.
Perlu diingat bahwasanya manusia yang tercatat dalam sejarah adalah
manusia yang tidak pernah suka mengeluh, manusia yang tidak pemalas, manusia
yang punya nyali besar menghadapi apa yang datang dan menipa mereka, para Nabiyullah,
dan para Rasul yang telah berlalu berjuta-juta abad yang lalu, hingga saat ini
masih terngiang ditelinga kita menembus batas ruang dan waktu dikarenakan
perjuangan mereka melawan apa saja cobaan yang datang menimpa mereka,
kemelaratan dan penderitaan selalu menggoncang jiwa mereka hingga tidak
sedikitpun mereka berputus asa.
Persiapkan jiwa kita untuk menghadapi cobaan dari Allah dengan
jalan selalu tawakal dan yakinlah disetiap ujian yang maimpa kita sesungguhnya
pertolongan Allah itu sangat lah dekat.
Ciri-Ciri
Jannah.
Alangkah beruntungnya jika akhir hidup kita ini nanti adalah surga
yang menjadi tempat kediaman kita yang terakhir, alangkah indahnya jika kita
adalah orang-orang yang selalu dirindu oleh surga dan dijadikan Allah menjadi
keluarga dan kekasih surga, tiada harapan yang paling besar hidup kita dimuka
bumi ini adalah tempat kembali yang baik yaitu jannahnya Allah, untuk menggapai
hal yang diatas bukanlah tidak membutuhkan perjuangan yang mudah, memang harus
ditempa dengan berbagai macam cobaan yang datang kepada kita, sebab jannah
tidak untuk manusia yang selalu ingin enaknya saja, tidak mau berjuang dengan
kesungguh-sungguhan, Dalam Al Qur’an ada beberapa ciri jannah yang perlu kita
ketahui sehingga kita bisa membaca diri ini sudah seberapa tingkatan yang telah
kita capai untuk menjadi ahli jannah.
1.
Iman
dan amal sholeh.
Qs 02 : 82.dan orang-orang yang beriman serta beramal
saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Syarat yang paling utama untuk masuk kedalam jannah adalah orang
yang beriman, tentu bukan hanya sekedar beriman menurut versi orang orang
diluar sana, percaya kepada tuhan, malaikat, rasul dan lain sebagainya, tetapi
beriman adalah bagaimana kita mengaplikasikan percayanya kita kepada apa yang
telah menciptakan kita yaitu allah, dengan jalan mengamankan diri ini hanya
kepada Allah, mengamankan diri ini dengan potensi malaikat yang ada didalam
diri kita ini, bukankah malaikat selalu bertasbih dan beribadah kepada Allah
jika kita sudah kita mampu beribadah hanya kepada Allah, maka itulah bukti diri
ini sudah beriman kepada malaikat, sudahkah kita mengamankan diri bersama al
qur’an, atau juga sebaliknya kita aman bersama apa yang kita miliki seperti,
harta kita yang kita punya, pasangan kita, pekerjaan kita yang membuat diri
kita aman, kalau potensi yang diluar diri kita yang membuat kita aman yakinlah
diri kita bukanlah termasuk ahli atau keluarga jannah.
Hal selanjutnya dalah amal sholeh, amal yang baik, amal yang benar,
bukan amal yang sayyi’at. Perlu kita kilas balik lagi tujuan Lahirnya kita
kemuka bumi ini adalah hanya untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Makanya jika
ingin mendapatkan syarat untuk kejannah berbuatlah amala shaleh dengan sebanyak
banyaknya, tentu beramal dan beribadah juga harus dengan ilmu pengetahuan.sebab
banyak manusia yang beramal tidak didasari ilmu.dan pada akhirnya amal mereka
laksana debu yang berterbangan.
2.
Tidak
ada beban.
dan orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri
seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka Itulah penghuni-penghuni
surga; mereka kekal di dalamnya.
Salah satu sifat Allah adalah tidak akan memberikan beban kepada
abdinya jika abdinya tidak bisa dan tidak sanggup untuk menanggungnya, maka
kita juga sebagai abdinya haruslah mengikuti apa yang telah diajarkan Allah lewat
ayat ini, bagaimana kita berusaha untuk memberikan kelapangan kepada siapa saja
yang ada didekat dan disekeliling kita bukan memberikan kemudharatan dan
kesempitan. Tidak pernah memberikan beban kepada siapa saja yang ada
disekeliling kita, lihatlah Rasullulah tidak pernah hidupnya memberikan beban
kepada siapa saja yang ada didekatnya. Tanyakan kedalam diri kita sudahkah kita
mampu memberikan kenyaman dan kelapangan kepada apa yang ada disekitar kita
atau hadirnya kita malah membuat orang lain terbebani, jika diri ini sudah
mempunyai potensi membuat orang lain lapang maka diri ini adalah termasuk manusia
yang menjadi ahli jannah
3.
Fatabasama.
Wajah yang indah, wajah yang murah senyum, wajah yang ceria, wajah
yang tidak menampakan kemiskinan adalah ciri manusia yang dijadikan Allah sahabat
dan keluarga jannah, kita ketahui wajah adalah lambang kepribadian kita, wajah
yang ceria melambangkan keceria jiwa dan kepribadian kita, kita perhatikan
surah 10 ayat 26.
* tûïÏ%©#Ïj9 (#qãZ|¡ômr& 4Óo_ó¡çtø:$# ×oy$tÎur ( wur ß,ydöt öNßgydqã_ãr ×tIs% wur î'©!Ï 4 y7Í´¯»s9'ré& Ü=»ptõ¾r& Ïp¨Ypgø:$# ( öNèd $pkÏù tbrà$Î#»yz ÇËÏÈ
26. bagi orang-orang yang berbuat baik, ada
pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. dan muka mereka tidak ditutupi
debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. mereka Itulah penghuni syurga, mereka
kekal di dalamnya.
Muka yang ditutupi debu hitam adalah amtsal Allah bagi manusia yang
selalu menampakan wajah masam, wajah yang tidak enak dilihat, wajah yang muram
durja, wajah yang digambarkan diatas adalah ciri manusia nar. Kita lihat ayat
75 ayat 24.
×nqã_ãrur ¥Í´tBöqt ×ouÅ $t/ ÇËÍÈ
24. dan Wajah-wajah (orang kafir) pada hari
itu muram,
Mulai dar saat ini kita yang sudah mengetahui dan mempelajari Al
Qur’an bersiaplah dengan wajah yang
|
Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan
diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.
Ia sederhana tapi
dasyat luar biasa. Ia kecil tapi bermakna raksasa. ia mudah, tapi sangat
berharga, karenanya tersenyumlah kalian, nikmati keajaiban-keajaiaban dalam
hidup anda dan…bagikanlah keajabian ini kepada sesama kita.
|
murah dan mudah senyum, sebab
Allah sangat tidak suka
dengan wajah yang tidak menampakan keindahan, sebab Allah memberikan
wajah kita ini dengan sempurna, dengan bagus dan dengan kebaikan, jadi
gunakanlah dengan sebaik-baiknya agar kita termasuk manusia yang dicintai dan
dirindui surga amin ya robbal alamin, semoga kita termasuk manusia yang selalu
dirindui oleh jannah dan disebut-sebut oleh jannah dan selalu dinanti oleh
jannah untuk menghuninya.
Kesimpulan.
1.
amankan
diri ini hanya kepada Allah saja dan senantiasa berbuat amal kebajikan
dimanapun kita berada, mulailah dari hal yang kecil yang telah kita pelajari
sebab jangan pandang apa yang bisa kamu lakukan tapi lihatlah seberapa mampu
kita untuk melaksanakan hal yang kecil namun bernilai dimata Allah.
2.
senantiasa
memberikan kelapangan kepada siapa saja yang berada didekat kita, buat mudah
apa yang datang kepada anda karena yakinlah anda memberikan kemudahan kepada
siapa saja maka jalan kejannah akan mudah dan terbuka lebar untuk kita. Sebab
Allah maha memberi balasan yang setimpal dengan apa-apa yang kita lakukan.
3.
Tersenyumlah
sebab senyum adalah sifat para nabi, lihatlah dalam al qur’an bagaimana Allah
menggambarkan nabi sulaiman yang tersenyum melihat kumpulan semut yang
menghindar ketika nabiyullah mau lewat.
Perhatikan manfaat senyum berikut ini
1). Senyum dapat memperbaiki hubungan
seseorang,
2). Senyum dapat menambah daya tarik seseorang.
3).Senyum dapat menjaga dan memulihkan
kesehatan seseorang.
4). Senyum
dapat memperluas pergaulan.
5).
Senyum dapat meredam kemarahan.
Wallahualam
bishawab.
0 komentar:
Posting Komentar