Pages

Kamis, 08 Agustus 2013

sahabat surga.



Sahabat surga.
M
elihat judul diatas pasti semua kita ingin dan merindukan    dan  tergiur dengan kalimat keluarga jannah, sahabat surga, dan pasti kita ingin segera mendapatkannya, siapa yang tidak ingin masuk kejannah, siapa yang tidak mau mendapatkan jannah, dan siapa pula yang mampu menolak tawaran Allah yang menggiurkan yaitu surga, semua manusia dibumi ini pasti ingin mendapatkan surga yang akan membuat kita hidup bahagia selamanya, dalam Al Qur’an, untuk dapat masuk surga tidaklah semudah membalikan telapak tangan perlu adanya kesiapan mental dan jiwa yang matang untuk menyambut rezeki dan anugerah ini, perlu adanya perjuangan yang benar-benar  besar, dan harus diingat pula sesungguhnya tidak akan mungkin Allah memberikan surga kepada manusia yang tidak menyiapkan mentalnya untuk kepada Allah, dan tidak akan mungkin kita manusia dirindui surga jika kita manusia yang hanya berpangku tangan tanpa berjuang dengan segenap jiwa raganya. anda boleh berangan-angan jika nanti mati akan bisa masuk kedalam jannahnya Allah, namun perlu juga diingat bahwasanya tidak ada keberhasilan tanpa ada perjuangan yang sungguh-sungguh.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, dalam rangka  mempersiapkan jiwa dan mental kita untuk dapat meraih dan menjadi keluarga jannah, sebab jannah tidak diperuntukan bagi manusia yang tidak bisa mempersiapkan dirinya dengan baik, persiapan-persiapan inilah yang mesti kita ketahui dan kita pelajari agar kita bisa masuk kedalam manusia yang dirindui oleh jannah, mari kita perhatikan beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh diri ini agar bisa meraih dan dirindui oleh jannah. apa saja yang harus dipersiakan untuk mendapatkan jannah.
1.              mencari kebenaran.
Disurah 34 ayat 46.

46. Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, Yaitu supaya kamu mencari kebenaran karena Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.
Dalam ayat ini Allah ingin menegaskan kepada kita untuk bersegera mencari kebenaran dimanapun dan kapanpun kita berada, sebab kebenaran tidak datang dengan sendirinya jika kita hanya berdiam dan tidak bergerak untuk mencari kebenaran tersebut, dalam kata lain kebenaran harus dicari bukan ditunggu kedatangannya, bukankah menunggu sifatnya adalah fasip dengan kata lain jika kita hanya menunggu datangnya kebenaran maka kita termasuk orang orang yang pasif dalam hal kebenaran, begitu juga sebaliknya kalau kita mencari kebenaran maka kita termasuk orang yang aktif dalam rangka kebenaran,
Coba bandingkan dan perhatikan mana yang lebih sukses orang yang bekerja aktif dengan yang pasif. Mana yang lebih mulia dimata Allah kita yang aktif mencari kebenaran dibandingkan dengan yang pasif, pasti jawabanya adalah yang aktif, makanya ada hadist Rasullulah “ barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia yang akan berhasil” dalam hadist Nabiyullah ingin menjelaskan kepada umatnya untuk bersungguh sungguh dalam hal apapun terutama hal kebenaran, namun tidak sedikit pula manusia  bersungguh sungguh dalam rangka dunia yang sementara ini kita lihat disekeliling kita, manusia yang memang hanya mempersiapkan dirinya hanya untuk dunia mereka terlihat sukses dalam urusan dunia, dengan harta yang berlimpah, kendaraan yang mewah. Rumah besar, dan tidak akan Allah rugikan sedikitpun dalam usahanya. 
Qs 11 : 15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
Siapa yang bersungguh-sungguh dengan kehidupan dunia yang fana ini maka sedikitpun Allah tidak akan mengurangi apa yang telah dia usahakan, namun pasti dikehidupan akhirat nanti dia akan sangat rugi. Jadi apa yang akan kita usahakan dan apa yang akan kita cari didunia ini apakah kebenaran yang akan kita perjuangkan atau dunia yang akan kita kejar.
Tentunya jika kita ingin mencari kebenaran bukanlah perkara yang mudah, tentu banyak halangan dan rintangan yang akan datang menerpa kita dalam rangka menguji apakah betul niat kita benar untuk kebenaran, contoh jika kita seorang pekerja kantor atau pegawai swasta yang ingin berlaku jujur ditempat perkerjaan kita dalam rangka kebenaran tentu banyak orang yang tidak suka dengan kebenaran tersebut, jika ada yang ingin memberikan kita uang sebagai korupsi kita tolak maka ada saja yang akan mengatakan kita sok alim, sok suci, itu tidak bisa dipungkiri, sebab jika ada kebenaran pasti akan ada keburukan-keburukan yang akan coba untuk merusak kebenaran tersebut. Makanya ayat diatas mengatakan bahwasanya carilah kebenaran hanya karena Allah semata bukan karena motive.
Persiapan jiwa yang harus ada didalam diri manusia jika ingin mendapatkan gelar dari Allah yaitu Ashabul Jannah yang pertama adalah mencari kebenaran, bagaimana caranya mencari kebenaran pastinya hanya lewat Al Qur’an saja, bukankah kita ketahui pusat kebenaran yang paling utama didunia ini adalah Al Qur’an, dan tidak bisa dipungkiri siapa yang ingin benar hidupnya harus pakai Qur’an.
Qur’an sumber kebenaran yang hakiki.Pelajari alqur’an maka kita akan dapat kebenaran yang haq, sebab kebanaran hanya dari Allah.

2.             2.  Banyak dengar.
Banyak dengar dapat kebenaran, tidak mau dengar dapat nar. Mengapa ? persiapan jiwa yang kedua untuk mencapai status ashabul jannah adalah mau mendengar, mari kita perhatikan ayat 18 di surah 39.
18. yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal.
Ayat diatas jelas mengatakan bahwasanya yang mau mendengar kebaikan maka akan mendapatkan petunjuk dari Allah, sebab petunjuk allah dekat dengan orang yang mau mendengar, dalam ayat lain ada yang mengatakan bahwasanya binatang yang paling buruk dimata Allah adalah manusia yang tidak mau mendengar qs 08 : 22. Dan manusia yang mau mendengar adalah manusia yang mempunyai akal, dapat ditarik pembelajaran dari ayat ini bahwasanya jika manusia tidak mau mendengar tertutup telinga terhadap kebenaran dari Allah maka bisa dikatakan manusia itu tidak mempunyai akal, alias gila.
Tahap perkembangan dan persiapan jiwa untuk masuk kedalam jannah setelah mencari kebenaran adalah banyak mendengar tentunya mendengar kebenaran dan kebaikan, pastinya bukan hanya mendengar tahap selanjutnya bagaimana setelah mendengar kita mulai sedikit demi sedikit kita mengaplikasikan apa yang kita dengar dengan tahap prilaku yang benar pula.
Gunakan telingamu dengan benar, dan senantiasalah mendengarkan kebenaran lewat qur’an.
3.                 Jihad dan sabar.
Diatas sudah dikatakan bahwasanya jannah tidak diperuntukkan bagi manusia yang tidak mau berjuang dijalan Allah, namun jannah hanya dikhususkan bagi manusia yang mempersiapkna dirinya untuk kepada Allah, seperti ayat 142 surah ali imran.

142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Jihad dan shabar adalah dua komponen jiwa yang tidak bisa dipisahkan dari manusia yang beriman, tidak mungkin manusia bisa berjihad tanpa adanya kesabaran didalam dirinya, dan tidak mungkin pula seseorang dapat dikatakan sabar kalau dia tidak bersungguh-sungguh dalam menghadapi badai yang datang dalam kehidupannya, dalam ayat ini Allah menegaskan kepada  manusia apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal kalian belum bersungguh-sungguh untuk kepada Allah dan belum bisa bersabar dalam menghadapi cobaan yang Allah berikan,
Jihad dapat diperoleh dengan Al Qur’an sebab dalam Alqur’an surah 25 ayat 52 Allah mengatakan berjihadlah dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar, sedangkan sabar dapat diperoleh dengan sholat qs surah 02 ayat 45. kesiapan jiwa yang harus kita punyai dalam menghadapi dan membenahi diri untuk mendapatkan jannah haruslah dengan jihad dan kesabaran.

4. tahan kemelaratan dan penderitaan.

214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.

Tidak ada satu manusiapun yang mau melarat dan susah didunia ini, semua ingin bahagia, semua ingin senang, semua ingin mudah hidup didunia ini, tapi mengapa didalam ayat ini Allah mengatakan bahwasanya manusia yang mampu mempersiapkan jiwanya untuk kemelaratan adalah manusia yang memang ingin kepada jannahnya,
Biasanya, kita manusia dekat kepada Allah ketika kita susah dan melarat, dan umumnya manusia yang lupa kebanyakan dari golongan yang berpunya, untuk itulah Allah ingin kita mempersiapkan mental dan jiwa jika jika suatu saat datang cobaan dimana kita tidak memiliki apapun.
Orang dahulu yang hidup dizaman Rasullulah tidaklah mudah, mereka berjuang dengan segenap jiwa raga mereka, Abu Bakar yang dulunya kaya dan terpandang setelah menerima ajaran dari nabi kita Muhammad saw berubah drastis menjadi manusia yang melarat dan dikucilkan oleh kaumnya, begitu juga para sahabat sahabat yang lain, namun kesiapan mental mereka tak kalah dengan batu karang yang kokoh walaupun ditimpa angin dan ombak yang silih berganti melanda mereka, tidak satupun diantara mereka menyerah dengan apa yang datang dan mengoncang mereka, mengapa, karena mereka yakin dibalik apa yang datang  dan menimpa mereka sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat.
Perlu diingat bahwasanya manusia yang tercatat dalam sejarah adalah manusia yang tidak pernah suka mengeluh, manusia yang tidak pemalas, manusia yang punya nyali besar menghadapi apa yang datang dan menipa mereka, para Nabiyullah, dan para Rasul yang telah berlalu berjuta-juta abad yang lalu, hingga saat ini masih terngiang ditelinga kita menembus batas ruang dan waktu dikarenakan perjuangan mereka melawan apa saja cobaan yang datang menimpa mereka, kemelaratan dan penderitaan selalu menggoncang jiwa mereka hingga tidak sedikitpun mereka berputus asa.
Persiapkan jiwa kita untuk menghadapi cobaan dari Allah dengan jalan selalu tawakal dan yakinlah disetiap ujian yang maimpa kita sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat lah dekat.

Ciri-Ciri Jannah.
Alangkah beruntungnya jika akhir hidup kita ini nanti adalah surga yang menjadi tempat kediaman kita yang terakhir, alangkah indahnya jika kita adalah orang-orang yang selalu dirindu oleh surga dan dijadikan Allah menjadi keluarga dan kekasih surga, tiada harapan yang paling besar hidup kita dimuka bumi ini adalah tempat kembali yang baik yaitu jannahnya Allah, untuk menggapai hal yang diatas bukanlah tidak membutuhkan perjuangan yang mudah, memang harus ditempa dengan berbagai macam cobaan yang datang kepada kita, sebab jannah tidak untuk manusia yang selalu ingin enaknya saja, tidak mau berjuang dengan kesungguh-sungguhan, Dalam Al Qur’an ada beberapa ciri jannah yang perlu kita ketahui sehingga kita bisa membaca diri ini sudah seberapa tingkatan yang telah kita capai untuk menjadi ahli jannah.
1.   Iman dan amal sholeh.

Qs 02 : 82.dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Syarat yang paling utama untuk masuk kedalam jannah adalah orang yang beriman, tentu bukan hanya sekedar beriman menurut versi orang orang diluar sana, percaya kepada tuhan, malaikat, rasul dan lain sebagainya, tetapi beriman adalah bagaimana kita mengaplikasikan percayanya kita kepada apa yang telah menciptakan kita yaitu allah, dengan jalan mengamankan diri ini hanya kepada Allah, mengamankan diri ini dengan potensi malaikat yang ada didalam diri kita ini, bukankah malaikat selalu bertasbih dan beribadah kepada Allah jika kita sudah kita mampu beribadah hanya kepada Allah, maka itulah bukti diri ini sudah beriman kepada malaikat, sudahkah kita mengamankan diri bersama al qur’an, atau juga sebaliknya kita aman bersama apa yang kita miliki seperti, harta kita yang kita punya, pasangan kita, pekerjaan kita yang membuat diri kita aman, kalau potensi yang diluar diri kita yang membuat kita aman yakinlah diri kita bukanlah termasuk ahli atau keluarga jannah.
Hal selanjutnya dalah amal sholeh, amal yang baik, amal yang benar, bukan amal yang sayyi’at. Perlu kita kilas balik lagi tujuan Lahirnya kita kemuka bumi ini adalah hanya untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Makanya jika ingin mendapatkan syarat untuk kejannah berbuatlah amala shaleh dengan sebanyak banyaknya, tentu beramal dan beribadah juga harus dengan ilmu pengetahuan.sebab banyak manusia yang beramal tidak didasari ilmu.dan pada akhirnya amal mereka laksana debu yang berterbangan.

2.   Tidak ada beban.
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka Itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Salah satu sifat Allah adalah tidak akan memberikan beban kepada abdinya jika abdinya tidak bisa dan tidak sanggup untuk menanggungnya, maka kita juga sebagai abdinya haruslah mengikuti apa yang telah diajarkan Allah lewat ayat ini, bagaimana kita berusaha untuk memberikan kelapangan kepada siapa saja yang ada didekat dan disekeliling kita bukan memberikan kemudharatan dan kesempitan. Tidak pernah memberikan beban kepada siapa saja yang ada disekeliling kita, lihatlah Rasullulah tidak pernah hidupnya memberikan beban kepada siapa saja yang ada didekatnya. Tanyakan kedalam diri kita sudahkah kita mampu memberikan kenyaman dan kelapangan kepada apa yang ada disekitar kita atau hadirnya kita malah membuat orang lain terbebani, jika diri ini sudah mempunyai potensi membuat orang lain lapang maka diri ini adalah termasuk manusia yang menjadi ahli jannah
3.     Fatabasama.
Wajah yang indah, wajah yang murah senyum, wajah yang ceria, wajah yang tidak menampakan kemiskinan adalah ciri manusia yang dijadikan Allah sahabat dan keluarga jannah, kita ketahui wajah adalah lambang kepribadian kita, wajah yang ceria melambangkan keceria jiwa dan kepribadian kita, kita perhatikan surah 10 ayat 26.
* tûïÏ%©#Ïj9 (#qãZ|¡ômr& 4Óo_ó¡çtø:$# ×oyŠ$tƒÎur ( Ÿwur ß,ydötƒ öNßgydqã_ãr ׎tIs% Ÿwur î'©!ÏŒ 4 y7Í´¯»s9'ré& Ü=»ptõ¾r& Ïp¨Ypgø:$# ( öNèd $pkŽÏù tbrà$Î#»yz ÇËÏÈ  
26. bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.
Muka yang ditutupi debu hitam adalah amtsal Allah bagi manusia yang selalu menampakan wajah masam, wajah yang tidak enak dilihat, wajah yang muram durja, wajah yang digambarkan diatas adalah ciri manusia nar. Kita lihat ayat 75 ayat 24.
×nqã_ãrur ¥Í´tBöqtƒ ×ouŽÅ $t/ ÇËÍÈ  
24. dan Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

Mulai dar saat ini kita yang sudah mengetahui dan mempelajari Al Qur’an bersiaplah dengan wajah yang
Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.
Ia sederhana tapi dasyat luar biasa. Ia kecil tapi bermakna raksasa. ia mudah, tapi sangat berharga, karenanya tersenyumlah kalian, nikmati keajaiban-keajaiaban dalam hidup anda dan…bagikanlah keajabian ini kepada sesama kita.

murah dan mudah senyum, sebab Allah sangat tidak suka
dengan wajah yang tidak menampakan keindahan, sebab Allah memberikan wajah kita ini dengan sempurna, dengan bagus dan dengan kebaikan, jadi gunakanlah dengan sebaik-baiknya agar kita termasuk manusia yang dicintai dan dirindui surga amin ya robbal alamin, semoga kita termasuk manusia yang selalu dirindui oleh jannah dan disebut-sebut oleh jannah dan selalu dinanti oleh jannah untuk menghuninya.
Kesimpulan.
1.     amankan diri ini hanya kepada Allah saja dan senantiasa berbuat amal kebajikan dimanapun kita berada, mulailah dari hal yang kecil yang telah kita pelajari sebab jangan pandang apa yang bisa kamu lakukan tapi lihatlah seberapa mampu kita untuk melaksanakan hal yang kecil namun bernilai dimata Allah.
2.     senantiasa memberikan kelapangan kepada siapa saja yang berada didekat kita, buat mudah apa yang datang kepada anda karena yakinlah anda memberikan kemudahan kepada siapa saja maka jalan kejannah akan mudah dan terbuka lebar untuk kita. Sebab Allah maha memberi balasan yang setimpal dengan apa-apa yang kita lakukan.
3.     Tersenyumlah sebab senyum adalah sifat para nabi, lihatlah dalam al qur’an bagaimana Allah menggambarkan nabi sulaiman yang tersenyum melihat kumpulan semut yang menghindar ketika nabiyullah mau lewat.
Perhatikan manfaat senyum berikut ini
1). Senyum dapat memperbaiki hubungan seseorang,
2). Senyum dapat menambah daya tarik seseorang.
3).Senyum dapat menjaga dan memulihkan kesehatan seseorang.
4). Senyum dapat memperluas pergaulan.
5). Senyum dapat meredam kemarahan.

Wallahualam bishawab.

0 komentar:

Posting Komentar