sebab banyak pelajaran dari diri sendiri.
Kita lahir dengan dua mata didepan wajah kita, mengajarkan kepada
kita untuk selalu optimis dengan masa depan, dan tidak pernah terfokus pada
masa lalu, bukankah kita hidup untuk kedapan, tidak mungkin waktu akan berjalan
kebelakang. Namun janganlah lupa dengan masa lalu dimana mungkin ada masa kita
gagal dan tidak berhasil dalam suatu tujuan, jadikanlah kegagalan sebagai bahan
pelajaran agar kita mampu untuk bangkit dan berkata aku BISA……………….., dan aku
tidak mau berhenti dalam rasa penyesalan yang telah terjadi di waktu dulu. Lalu
sudahkah kita bersyukur pelajaran yang diberikan Allah lewat mata kita.
Kita dilahirkan dengan 2 telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Mendengarkan dari dalam diri dan dari luar diri,
disaat ada tamu yang tidak diundang datang dalam bentuk kegelisahan dan kegalauan
(ciyee…ciyee, yang lagi galau…….hihiiihiihi….) maka sudah sepantasnyalah diri
kita mendengar berita dari dalam diri yaitu bahasa kalbu (sebab banyak dalam diantara manusia menghiananti bahasa kalbu yang hanya ingin kebenaran) dan dari luar diri
berupa nasehat-nasehat yang baik, dan bisa jadi lewat media yang benar, seperti
Al Qur’an dan nasehat teman yang memang berkompenten dalam bidangnya, jangan
jadikan diri ini hanya mau didengar sementara tidak mau mendengar, maka rusak
diri jika hal ini dilakukan.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, sehina
apapun kita dimata manusia lainnya kita tetap kaya dan kita akan tetap mulia.
Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. sebab apa
yang anda fikirkan didalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan. Bukankah pikiran dan idea adalah
harta terbesar dalam diri manusia lalu mengapa kita bersedih dengan orang
disekitar kita yang mungkin selalu mencemooh atau menghina kita, barangkali
kita dimata manusia hina dan miskin, belum tentu kita hina dan miskin dimata
Allah,
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa
menggoda, antara kita dan orang lain disekitar kita dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga lebih
baik sedikit bicara namun bermanfaat dari pada bicara tapi tidak ada gunanya
alias sampahhhhhhhhhhhh, namun perbanyaklah melihat dan mendengar sebab manusia yang benar
selalu melihat hikmah dari berita, atau kejadian yang menimpanya dan yang
berada disekelilinya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada pemberian
apapun bentuknya yang
tentunya bernilai dimata Allah yang satu, dan pemberian itu diharapkan berasal dari hati kita yang paling
dalam. Belajar untuk mmberikan dan jangan mengharapkan
imbalan, give the best take the risk, jangan pernah berharap kepada siapapun
ketika kita memberi dapat dibalas sesuai dengan apa yang kita beri.
Belajar untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain dan menikmati apa yang telah
kita beri karena kita faham betapa kita sangat rela dan mencari siapa saja yang
mau menerima apa yang kita berikan, tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk memberi, seperti apa yang telah kita berikan kepadanya. Berilah
yang terbaik kepada orang lain dan jangan mengharapkan imbalan, sebab kita
ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu maka kita akan menemui dan mendapatkan
pemberian yang lebih indah nantinya.
0 komentar:
Posting Komentar