Pages

Sabtu, 10 Agustus 2013

lihat diri anda.......



sebab banyak pelajaran dari diri sendiri.

Kita lahir dengan dua mata didepan wajah kita, mengajarkan kepada kita untuk selalu optimis dengan masa depan, dan tidak pernah terfokus pada masa lalu, bukankah kita hidup untuk kedapan, tidak mungkin waktu akan berjalan kebelakang. Namun janganlah lupa dengan masa lalu dimana mungkin ada masa kita gagal dan tidak berhasil dalam suatu tujuan, jadikanlah kegagalan sebagai bahan pelajaran agar kita mampu untuk bangkit dan berkata aku BISA……………….., dan aku tidak mau berhenti dalam rasa penyesalan yang telah terjadi di waktu dulu. Lalu sudahkah kita bersyukur pelajaran yang diberikan Allah lewat mata kita.

Kita dilahirkan dengan 2 telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Mendengarkan dari dalam diri dan dari luar diri, disaat ada tamu yang tidak diundang datang dalam bentuk kegelisahan dan kegalauan (ciyee…ciyee, yang lagi galau…….hihiiihiihi….) maka sudah sepantasnyalah diri kita mendengar berita dari dalam diri yaitu bahasa kalbu (sebab banyak dalam diantara manusia menghiananti bahasa kalbu yang hanya ingin kebenaran) dan dari luar diri berupa nasehat-nasehat yang baik, dan bisa jadi lewat media yang benar, seperti Al Qur’an dan nasehat teman yang memang berkompenten dalam bidangnya, jangan jadikan diri ini hanya mau didengar sementara tidak mau mendengar, maka rusak diri jika hal ini dilakukan.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, sehina apapun kita dimata manusia lainnya kita tetap kaya dan kita akan tetap mulia. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. sebab apa yang anda fikirkan didalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan. Bukankah pikiran dan idea adalah harta terbesar dalam diri manusia lalu mengapa kita bersedih dengan orang disekitar kita yang mungkin selalu mencemooh atau menghina kita, barangkali kita dimata manusia hina dan miskin, belum tentu kita hina dan miskin dimata Allah,

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, antara kita dan orang lain disekitar kita dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga lebih baik sedikit bicara namun bermanfaat dari pada bicara tapi tidak ada gunanya alias sampahhhhhhhhhhhh, namun perbanyaklah melihat dan mendengar sebab manusia yang benar selalu melihat hikmah dari berita, atau kejadian yang menimpanya dan yang berada disekelilinya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada pemberian apapun  bentuknya yang tentunya bernilai dimata Allah yang satu, dan pemberian itu  diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.  Belajar  untuk mmberikan dan jangan mengharapkan imbalan, give the best take the risk, jangan pernah berharap kepada siapapun ketika kita memberi dapat dibalas sesuai dengan apa yang kita beri.
Belajar untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain dan menikmati apa yang telah kita beri karena kita faham betapa kita sangat rela dan mencari siapa saja yang mau menerima apa yang kita berikan, tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk memberi, seperti apa yang telah kita berikan kepadanya. Berilah yang terbaik kepada orang lain dan jangan mengharapkan imbalan, sebab kita ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu maka kita akan menemui dan mendapatkan pemberian yang lebih indah nantinya.

0 komentar:

Posting Komentar