Pages

Kamis, 08 Agustus 2013

belajar dari gelas kosong.

menikmati segelas teh hangat disinang hari ditemani dengan suara kendaraan yang menderu seolah derap langkah serdadu dalam perang, kulhat ada gelas yang masih kosong dimeja warung yang sederhana, dan kulihat ada sorang yang sedang menunggu gelas tersebut untuk diisi dengan air, hanya gelas kosonglah yang mampu menampung air, tentu kalaulah gelas terisi penuh maka airpun akan melimpah ruah keluar dari gelas tesebut.
Fenomena diatas sama dengan kehidupan sehari-hari dimana ketika kita merasa seperti gelas penuh tadi kita merasa sudah hebat, Kita paling Pintar, kita paling berpengalaman dan efeknya tidak baik untuk kita, secara tidak langsung membuat kita tidak mau belajar  dan sombong. Ketika diberi saran dari orang lain itu gak bakal masuk ke akal dan jiwa kita dan jawaban yang keluar biasanya ” Loe itu anak Kemarin, Anak Bau Kencur, Nggak usah mengajarin ikan berenanglah”
gelas....! disaat ingin minum air maka yang dibutuhkan adalah gelas, tentu gelas bukanlah barang yang aneh dalam kehidupan kita, gelas bukan pula barang yang langka dalam keseharian kita, bahkan setiap hari kita menggunakan gelas dalam kehidupan kita, namun tidak semua manusia yang dapat mengambil pelajaran dari sebuah gelas, perhatikanlah gelas, gelas dimanfaatkan manusia untuk menampung air yang akan diminum manusia, ketika gelas kosong maka gelaspun akan mudah untuk menampung apa yang akan dituangkan kepadanya, nah disinilah salah satu pelajaran bagi manusia, ketika dirinya sadar akan kekosongan diri, lalu manusia yang benar akan mencoba untuk mengisi hidupnya dengan pelajaran-pelajaran yang berharga yang didapat dari manapun juga, perhatikan dan teliti ketika diri ini haus maka kita akan mencari air yang bersih dan segera memasukan kedalam gelas yang kosong dengan air yang bersih, tidak akan mungkin manusia yang normal pikirannya meminum air yang tidak bersih apalagi beracun sebab akan membuat dirinya menderita dikarenakan air kotor tersebut,
jika diri ini dalam kekurangan maka sudah sepatutnyalah kita belajar dari gelas tersebut, posisikan diri kita ini sebagai gelas yang kosong, yang siap dituangkan dengan air yang bersih agar menyehatkan jiwa dan raga dengan air yang bersih tersebut, jiwa manusia ini adalah jiwa yang fitrah, jiwa yang orisinil, jiwa yang hanya mau diisi dengan hal-hal yang baik dan benar, dimana kita dapatkan hal tersebut.?  tentunya dengan Al Qur'anlah jawabnya, bukankah Al Qur'an laksana air yang bersih dan orisinil yang mampu menghapuskan dahaga ketika kita meminumnya, disaat jiwa kita merasa kosong dengan siraman iman kepada Allah maka carilah air yang bersih lewat Al Qur'an, minumlah Al Qur'an dengan cara membaca dan mempelajarinya, kalaulah kita tahu bahwa Al Qur'an yang diturunkan Allah lewat malaikat jibril dan diestapetkan oleh rasulullah, maka kita akan mengejarnya walaupun dengan merangkak dan berlari, wahai sahabat sadarlah bahwa setiap diri ini hanya butuh dengan Al Qur'an, sebab Al Qur'an adalah petunjuk bagi manusia yang tesesat, Al Qur'an adalah sumber mata air yang dipersiapkan Allah untuk kita reguk dan akan menghilangkan segala kehausan tentang makna hidup yang sebenaranya, banyak dari kita yang belum tentu kenal dengan apa yang Allah inginkan dari diri ini, bukankah Allah memberikan kita perangkat yang sangat dasyat yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yaitu otak untuk kita berfikir dangan benar.

maka dari itu siapkan diri kita ini agar bisa diisi dengan cahaya keimana lewat Al Qur'an. jadilah sebuah gelas yang indah yang siap diisi dengan yang indah pula, jadilah gelas yang bermanfaat agar dapat berguna bagi orang lain..


0 komentar:

Posting Komentar