semua diciptakan Allah selalu berpasang-pasangan,
ada........
siang ada malam.
laki-laki perempuan.
langit bumi.
Bahagia,,, Menderita
Tertawa,,, Menangis
Kaya,,, Miskin
Susah,,, Senang
Muda,,, Tua
Hidup,,, Mati
dan tidak ada satupun didunia ini yang tidak berpasangan kecuali Allahlah yang satu (ahad) namun dari pasangan-pasangan tersebut ada satu hal yang kurang kita perhatikan didunia ini, yaitu pasangan dari kehidupan kita yaitu kematian, betapa banyak diri kita yang lupa dengan pasangan hidup yang hakiki dan yang pasti akan datang menjumpai kita yaitu kematian, betapa lupanya diri kita ini menganggap dan seolah-olah diri kita ini akan hidup untuk selama-lamanya dan sangat jarang memikirkan pasangan kehidupan kita yaitu kematian.
mulai dari bangun pagi hingga kita tidur lagi coba pikirkan berapa menit kita telah mengingat kematian yang ntah kapan akan menjumpai kita, pernahkah kita berfikir bahwa diri kita yang sekarang mungkin sehat, besok akan dapat melihat matahari lagi, pernahkah kita berfikir walaupun betapa hebatnya apa yang kita miliki akan tetap ada didekat kita. betapa lupanya kita dengan kematian hingga tidak kita pernah dan sangat jarang untuk menghiasi diri kita dengan amal kebaikan dan kemulian.
diri kita sanggup untuk bekerja membanting tulang hingga lupa waktu, namun untuk sekedar memikirkan dan mempersiapkan kematian yang pasti akan terjadi dan datang kita lalai, bekerja siang malam kita mampu, namun untuk membaca qur'an atau shalat kita sering lalai.
mana mungkin kita akan bahagia didunia kalaulah kita melupakan bagian yang pasti terjadi yaitu kematian, siapa yang berani menjamin bahwa besok kita akan kembali bernafas dangan nikmat, siapa yang berani menjamin bahwa besok pagi kita masih diberikan Allah kehidupan, kalaulah tidak ada jaminan untuk kehidupan kita esok hari lalu mengapa kita berani untuk melupakan kematian yang akan datang tanpa mengenal siapa dan bagaimana diri kita ini.
betapa banyak ayat-ayat yang Allah cantumkan dalam Al Qur'an tentang kematian dan tentang orang yang yang melupakan kematian akan mendapatkan azab yang sangat pedih baik dialam kubur maupun di akhirat nanti. masihkah kita melupakan pasangan hidup kita yang benar yaitu kematian.
dalam Al Qur'an juga Allah menjelaskan bagaimana kita sebaiknya menghadapi kematian, bagaimana diri kita ini harus mempersiapkan kematian, kalau begitu solusi yang tepat untuk kita mempersiapkan kematian adalah dengan selalu membaca dan mengamalkan Al Qur'an yang telah Allah turunkan kepada kita manusia.
seandainya kita sadar betapa pentingnya Al Qur'an buat diri kita untuk mempersiapkan kematian, mengapa pula kita sering mengabaikan Al Qur'an, kalau kita faham betapa pentingnya Al Qur'an sebagai solusi yang terbaik untu hidupnya kesadaran tentang kematian, tidak akan lagi kita lalai terhadap Al Qur'an, bacalah Al Qur'an sebab apa yang kita baca akan datang menyelamatkan kita dari siksa Allah ketika kita mati, mau cari kemana lagi solusi hidup dan mati kita kalau bukan kepada Al Qur'an bukankah Al Qur'an sumber petunjuk yang akurat untuk kita manusia yang mengaku beriman dan bertaqwa,Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 2.
Kitab (Al Quran) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
Al Qur'anlah petunjuk dan pedoman manusia yang bertaqwa, kalaulah kita jarang membacanya apalagi mempelajarinya maka kita laksana binatang yang hidupnya hanya sekedar hidup, buya hamka : pernah berkata "kalau hidup sekedar hidup babi dihutan juga hidup, kalau bekerja sekedar bekerja kera dihutan juga bekerja".
siapa yang melalaikan Al Qur'an maka sudah dipastikan saat kematian melanda akan sangat menyakitkan dan tidak akan mendapat pertolongan, sebab manusia yang melalaikan Al Qur'an pasti hidupnya akan sesat seperti binatang ternak. naudzubillah. tentu kita tidak mau seperti Allah katakan diri kita seperti binatang yang sesat, tentu juga kita tidak ingin diri kita ini mendapatkan azab ketika kematian datang menghampiri, salah satu solusinya adalah dengan selalu belajar dan belajar Al Qur'an. sebab orang yang paling baik dimata Allah bukanlah manusia yang kaya, pejabat, ataupu orang yang mempunyai titel atau gelar yang tinggi namun manusia yang baik adalah manusia yang selalu belajara dan mengajarkan Al Qur'an, jika kau orang yang kaya dan selalu membaca Al Qur'an maka kau adalah orang kaya yang benar dimta Allah, begitu juga dengan manusia yang mempunyai titel yang tinggi, pejabat atau apapun profesi kita ketika kita menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman dalam kita berfikir dan bertindak maka kaulah orang yang benar dan baik dalam pandangan Allah,
nabu bersabda" sebaik baiknya kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur'an." semoga kita termasuk dalam golongan orang yang benar dmata Allah sehingga ketika datang kematian diri kita sudah dinantikan Allah dengan ganjaran surga yang seuas langit dan bumi..aminnnnnnnnnnnnn...........................