Pages

Sabtu, 27 Juli 2013

melupakan pasangan hidup yaitu kematian.

semua diciptakan Allah selalu berpasang-pasangan, 
ada........
siang ada malam.
laki-laki perempuan.
langit bumi.
Bahagia,,, Menderita
Tertawa,,, Menangis
Kaya,,, Miskin
Susah,,, Senang
Muda,,, Tua 
 Hidup,,, Mati
dan tidak ada satupun didunia ini yang tidak berpasangan kecuali Allahlah yang satu (ahad) namun dari pasangan-pasangan tersebut ada satu hal yang kurang kita perhatikan didunia ini, yaitu pasangan dari kehidupan kita yaitu kematian, betapa banyak diri kita yang lupa dengan pasangan hidup yang hakiki dan yang pasti akan datang menjumpai kita yaitu kematian, betapa lupanya diri kita ini menganggap dan seolah-olah diri kita ini akan hidup untuk selama-lamanya dan sangat jarang memikirkan pasangan kehidupan kita yaitu kematian.
mulai dari bangun pagi hingga kita tidur lagi coba pikirkan berapa menit kita telah mengingat kematian yang ntah kapan akan menjumpai kita, pernahkah kita berfikir bahwa diri kita yang sekarang mungkin sehat, besok akan dapat melihat matahari lagi, pernahkah kita berfikir walaupun betapa hebatnya apa yang kita miliki akan tetap ada didekat kita. betapa lupanya kita dengan kematian hingga tidak kita pernah dan sangat jarang untuk menghiasi diri kita dengan amal kebaikan dan kemulian.
diri kita sanggup untuk bekerja membanting tulang hingga lupa waktu, namun untuk sekedar memikirkan dan mempersiapkan kematian yang pasti akan terjadi dan datang kita lalai, bekerja siang malam kita mampu, namun untuk membaca qur'an atau shalat kita sering lalai.
mana mungkin kita akan bahagia didunia kalaulah kita melupakan bagian yang pasti terjadi yaitu kematian, siapa yang berani menjamin bahwa besok kita akan kembali bernafas dangan nikmat, siapa yang berani menjamin bahwa besok pagi kita masih diberikan Allah kehidupan, kalaulah tidak ada jaminan untuk kehidupan kita esok hari lalu mengapa kita berani untuk melupakan kematian yang akan datang tanpa mengenal siapa dan bagaimana diri kita ini. 
betapa banyak ayat-ayat yang Allah cantumkan dalam Al Qur'an tentang kematian dan tentang orang yang yang melupakan kematian akan mendapatkan azab yang sangat pedih baik dialam kubur maupun di akhirat nanti. masihkah kita melupakan pasangan hidup kita yang benar yaitu kematian.
dalam Al Qur'an juga Allah menjelaskan bagaimana kita sebaiknya menghadapi kematian, bagaimana diri kita ini harus mempersiapkan kematian, kalau begitu solusi yang tepat untuk kita mempersiapkan kematian adalah dengan selalu membaca dan mengamalkan Al Qur'an yang telah Allah turunkan kepada kita manusia.
seandainya kita sadar betapa pentingnya Al Qur'an buat diri kita untuk mempersiapkan kematian, mengapa pula kita sering mengabaikan Al Qur'an, kalau kita faham betapa pentingnya Al Qur'an  sebagai solusi yang terbaik untu hidupnya kesadaran tentang kematian, tidak akan lagi kita lalai terhadap Al Qur'an, bacalah Al Qur'an sebab apa yang kita baca akan datang menyelamatkan kita dari siksa Allah ketika kita mati, mau cari kemana lagi solusi hidup dan mati kita kalau bukan kepada Al Qur'an bukankah Al Qur'an sumber petunjuk yang akurat untuk kita manusia yang mengaku beriman dan bertaqwa,Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 2.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
 
Al Qur'anlah petunjuk dan pedoman manusia yang bertaqwa, kalaulah kita jarang membacanya apalagi mempelajarinya maka kita laksana binatang yang hidupnya hanya sekedar hidup, buya hamka  : pernah berkata "kalau hidup sekedar hidup babi dihutan juga hidup, kalau bekerja sekedar bekerja kera dihutan juga bekerja". 

siapa yang melalaikan Al Qur'an maka sudah dipastikan saat kematian melanda akan sangat menyakitkan dan tidak akan mendapat pertolongan, sebab manusia yang melalaikan Al Qur'an pasti hidupnya akan sesat seperti binatang ternak. naudzubillah. tentu kita tidak mau seperti Allah katakan diri kita seperti binatang yang sesat, tentu juga kita tidak ingin diri kita ini mendapatkan azab ketika kematian datang menghampiri, salah satu solusinya adalah dengan selalu belajar dan belajar Al Qur'an. sebab orang yang paling baik dimata Allah bukanlah manusia yang kaya, pejabat, ataupu orang yang mempunyai titel atau gelar yang tinggi namun manusia yang baik adalah manusia yang selalu belajara dan mengajarkan Al Qur'an, jika kau orang yang kaya dan selalu membaca Al Qur'an maka kau adalah orang kaya yang benar dimta Allah, begitu juga dengan manusia yang mempunyai titel yang tinggi, pejabat atau apapun profesi kita ketika kita menjadikan Al Qur'an sebagai pedoman dalam kita berfikir dan bertindak maka kaulah orang yang benar dan baik dalam pandangan Allah, 
nabu bersabda" sebaik baiknya kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al Qur'an." semoga kita termasuk dalam golongan orang yang benar dmata Allah sehingga ketika datang kematian diri kita sudah dinantikan Allah dengan ganjaran surga yang seuas langit dan bumi..aminnnnnnnnnnnnn........................... 

Jumat, 26 Juli 2013

siapakah diri kita ini.

siapakah diri kita ini jika kita berhadapan dengan Allah, atau pantaskah diri kita ini dikatakan abdi Allah atau hamba Allah yang benar dan baik. jika kiranya diri kita ini belum ada apa-apanya dimata Allah, apa yang telah kita lakukan dan apa yang telah kita perbuat sehingga mampu untuk mengangkat kedudukan kita dimata Allah, sudahkah kita  seperti sosok seorang ayah atau bapak yang baik laksana nabi ibrahim yang rela berjuang meninggalkan anak istri untuk mencari ridhanya, sudahakah diri kita ini menjadi sosok seorang anak yang benar seperti nabi ismail yang siap dikorbankan, sudahkah diri kita ini menjadi sosok istri seperti siti hajar yang siap merelakan dirinya ditinggalkan suami untuk waktu yang lama dalam mencari makna hidup yang sesungguhnya, inilah ajaran yang diajarkan Allah lewat keluarga yang beriman, jika kita seorang suami yang benar sudahkah diri kita ini membimbing keluarga anak dan istri kita untuk bertujuan kepada Allah atau barangkali diri kita ini hanya sibuk memenuhi kebutuhan zahir keluarga kita namun melupakan kebutuhan batin keluarga kita, seorang bapak atau kepala rumah tangga tugasnya bukan hanya memenuhi kebutuhan hidup saja namun yang lebih penting adalah bagaimana dirinya menjadikan keluarganya beriman dan bertaqwa hanya kepada Allah saja, Allah dalam Al Qur'an telah mengajarkan kepada seorang bapak yang benar dan baik lewat seorang nabi ibrahim yang selalu mengarahkan diri dan keluarganya hanya kepada Allah semata, namun Allah juga menggambarkan kepada kita manusia ada sosok bapak yang salah yaitu abu lahab yang selalu memusuhi petunjuk yang dibawa oleh nabiyullah muhammad SAW. yang selalu menghidupkan api kemarahan dan api ketidaksukaan kepada petunjuk Allah, dahulu memang abu lahab (bapak) memusuhi nabi muhammad namun sekarang nabi sudah tidak adalagi, tapi nilai bapak atau kepala keluarga yang salah adalah ketika dirinya tidak mampu untuk mengarahkan anak kepada Al Qur'an hampir sama nilainya memusuhi nabi, bukankah nabi membawa Al Qur'an untuk kita umat manusia, seorang bapak yang dengan sadar bahwa dirinya tidak mengarahkan anaknya untuk belajar dan mengajarkan qur'an kepada keluarganya, maka nilainya sama dia adalah seorang abu lahab yang dengan terang2an tidak suka dengan Al Qur'an.
andaikan kita seorang anak maka dimanakah kita berada apakah anak yang benar dan baik seperti nabi ismail yang selalu mencoba untuk tabah dan belajar atas petunjuk Allah yang Allah berikan, ataukah kita seperti kan'an anak dari nabi nuh yang tidak mau mengambil petunjuk yang diajarkan Allah lewat bapaknya, dan akhirnya ditenggelamkan Allah lewat banjir yang dasyat.
ataukah kita seorang istri yang siap membantu keluarga untuk bertujuan kepada allah seperti siti hajar yang selalu mendukung nabi ibrahim untuk berjuang kepada Allah, atau juga barang kali kita adalah seorang istri abu lahab yang selalu mendukung suami untuk melawan Allah dan rasulnya,

pilihan tergantung dengan anda...................
 

akibat Qur'an diabaikan.



fenomena dunia sekarang ini, yang semakin hari semakin semrawut mengantarkan kita kepada titik klimaks dimana keimanan hanya sebatas perkataan dan bahan perdebatan saja. lihatlah disekeliling kita dari hari kehari betapa banyak kemaksiatan yang terjadi, dari waktu ke waktu bencanapun silih berganti menerpa bangsa yang kita cintai ini, cita - cita luhur para pejuang bahkan para pahlawan yang ingin menciptakan negara yang aman damai dan tentram tampaknya akan sirna dihempas berbagai fenomena baik yang dilakukan oleh tangan manusia ataupun oleh alam semesta ini.
pertanyaannya, mengapa segala macam bencana maupun permasalahan negara kita ini dapat terjadi dan hampir tidak pernah habisnya melanda negara yang kita cintai ini, menilik sejarah yang telah berlalu dimana para pemimpin islam sangat sukses memimpin negaranya, contoh dari kalangan islam yang sukses memimpin negaranya banyak dikisahkan dalam sejarah-sejarah yang takkan pernah lapuk oleh hujan dan tak kan pernah lekang oleh panas, apakah para pemimpin dan rakyat negeri ini tidak pernah belajar ataupun berkaca kepada keadaan yang telah berlalu sebelumnya dimana diwaktu itu hidup umat-umat yang penuh dengan kedaimana dan keselarasan, pemimpin mencintai rakyat dan begitu juga sebaliknya.
dari mana mereka mendapatkan konsep menciptakan negeri yang damai ini, dimana mereka belajar hingga tercipta kerukunan antara satu sama lainnya.
semua tahu bahwasanya dahulu tidak ada kecanggihan alat, dan bisa dikatakan mereka terbelakang dalam tekhnologi namun dibalik itu semua mereka dapat menjadikan dirinya mulia dimata bangsa lain dan terutama dimata sang khalik. sekarang dengan berkembangnya tekhnologi dijaman yang serba canggih saat ini malah kebobrokan prilaku dan karakter manusia tidak dapat dihindari, apa penyebab dari semua kejadian di negeri kta ini.Allah berfirman dalam sebuah surah yang sangat menjadikan diri kita ternganga dan tidak bisa berbicara lagi, inilah penyebab dari semua yang melanda negeri ini.

Qs 25 : 30. berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".

Semau manusia sadar bahwasanya Allahlah yang menciptakan kita, Allahlah yang menjadikan hidup, maka Allah tahu apa yang paling dibutuhkan manusia dalam menjalankan perannya dimuka bumi ini.
dalam ayat diatas bahwsanya nabi telah mewanti-wanti kita umatnya, bahwa suatu hari nanti akan ada masanya Al Qur'an akan tidak diacuhkan, Al Qur'an akan dikesampingkan dan Al Qur'an akan dinomor seribukan,  nah mungkin sekaranglah masanya yang disebutkan nabi tersebut, kita lihat disekeliling kita, diri kita atau bahkan pemimpin-pemimpin kita, yang tidak lagi menjadikan landasan mereka bergerak dan bertindak bukan lagi Al Qur'an, bahan bacaan yang nomor satu bukan lagi Al Qur'an, dan konsep yang dicari bukan lagi Al Qur'an, banyak diatara kita yang menjadikan dan mencari konsep selain Al Qur'an, bahkan yang dipakai dinegeri kita bukan lagi Al Qur'an untuk menjadi tatanan hukum dan bahan ajar agar negeri ini maju, kita lebih memilih konsep-konsep yang ditawarkan dari dunia barat, yang mungkin saja yang membuat konsep bukan dari kalangan islam sendiri, bukankah Allah mengatakan dalam surah al baqarah ayat 2 bahwasanya Al Qur'an adalah sumber petunjuk bagi manusia agar bertaqwa kepada Allah, agar dapat menjalani hidup ini dengan benar, nah mana mungkin diri kita ini akan mendapatkan petunjuk alias kita akan tersesat jika Al Qur'an kita abaikan, makanya terlihat dinegeri kita ini hancur berantakan ditimpa bencana dimana-mana karena manusia sekarang tidak lagi menjadikan Al Qur'an sebagai patokan dalam melakukan tindakan, kepastian akan terjadi dimana jika kita tidak mengacuhkan Al Qur'an sebagai bahan peringatan untuk manusia maka bisa dipastikan bencana dinegeri ini jangan berharap akan hilang dan lenyap,bahkan jangan berharap banyak jika kita menginginkan kehidupan yang damai dan tenang tanpa memakai Al Qur'an.
makanya tidak ada jalan lain lagi jika kita menginginkan kedamian dan ketenangan semua masyarakat maupun pemimpin harus kembali kepada konsep yang Allah berikan, yaitu Al Qur'an, lihatlah manusia-manusia dikala islam berdiri kokoh tidak tergoyangkan kepada siapa mereka belajar dan kepada siapa mereka mengambil patokan, jawabnya hanya Al Qur'an. hanya Al Qur'anlah yang mampu memberikan kepada kita manusia jalan yang terbaik dan jalan yang terang yang dihiasi dengan cahaya keimanan. 

Sabtu, 20 Juli 2013

Ternyata Fenomena Facebook Sudah Disinggung di Al-Quran...

Hari gini siapa yang tidak kenal Facebook? Bisa-bisa dibilang ketinggalan jaman atau tidak up todate kalau tidak punya akun Facebook. Tapi tahukah anda, fenomena Facebook ini ternyata sudah pernah disinggung di dalam ayat Al Qur’an. Tentu saja didalamnya tidak serta merta menyebutkan Facebook secara eksplisit. Melainkan fenomena yang berkaitan dengan aktivitas manusia modern di jejaring sosial yang satu ini.

Tidak percaya ? Coba buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21 yang bunyinya,
‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.‘

Ayat diatas menjelaskan fenomena jamaah “Fesbukiyah” secara umum. Coba kita lihat status-status yang bertebaran di wall Facebook. Kebanyakan berisi keluh kesah, mirip kisah sinetron. Mulai dari bisul, jerawat sampai sakit encok semua ada. Masalah cuaca juga setali tiga uang. Saat hujan, mengeluh tidak bisa kemana-mana. Giliran hari panas, ganti mengeluh kepanasan di jalan.

Bahkan ibadah pun juga dipublikasikan.

“Hmm buka puasa cuma pakai kolak 3 mangkok, es buah 4 gelas n gorengan 10 biji nih“. Atau “Alhamdulillah ya sehari semalam sudah khatam Quran 3 kali“. Semoga saja niatnya bukan untuk riya atau pamer supaya dicap alim ya.

Sepertinya tinggal sholat yang belum pernah nongol di status Facebook. Tidak lucu kan kalau ada yang pasang status, “Lagi jumatan nih. Dah rokaat kedua, tapi bacaan imam nya lama betttt..“

Penggalan ayat berikutnya pun begitu juga. Disitu dikatakan,‘apabila dapat kebaikan maka iakikir’. Paling banter statusnya hanya ‘pemberitahuan’ naik gaji, mobil baru, makan enak, dsb.
Sepertinya belum ada tuh, status Facebook seperti ini, “Di bus nemu duit 100 ribu nih. Yang mau ditraktir, ditunggu ya jam makan siang di warteg sebelah. Tenang aja, makan sepuasnya!”.

Sesungguhnya Facebook ibarat pisau. Bila digunakan koki, bisa tercipta masakan lezat. Tapi kalau yang pegang tukang todong, dompet bisa melayang. Jadi berhati-hatilah update status di Facebook dan social network yang lain. Karena tidak ada amalan yang tidak dihitung nantinya.

Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmanya...

shaum yang berkah........

Sahur, Imsak dan Berbuka Termasuk Adab dalam Berpuasa 





Arti puasa menurut bahasa adalah menahan. Menurut syariat Islam puasa adalah suatu bentuk aktifitas ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit matahari / fajar / Shubuh hingga matahari terbenam / maghrib dengan berniat terlebih dahulu sebelumnya.

Sewaktu berpuasa disunatkan bagi orang yang berpuasa menjaga adab-adab  dan tata tertib sebagai berikut; 
Makan sahur


Tradisi Membangunkan Sahur
Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting bagi kelanjutan pertahanan tubuh selama berpuasa. Bila sarapan saja sudah sangat penting, apalagi makan sahur. sesungguhnya barakah dalam sahur dapat diperoleh dari beberapa segi, yaitu:
a. Mengikuti Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. 
b. Menyelisihi ahli kitab. 

c. Menambah kemampuan untuk beribadah. 
d. Menambah semangat. 
e. Mencegah akhlak yang buruk yang timbul karena pengaruh lapar. 
f. Mendorong bersedekah terhadap orang yang meminta pada waktu sahur atau berkumpul bersamanya untuk makan sahur. 
g. Merupakan sebab untuk berdzikir dan berdoa pada waktu mustajab. 
h. Menjumpai niat puasa bagi orang yang lupa niat puasa sebelum tidur.
                Umat Islam telah ijma' menyatakan sunatnya, dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً         
"Makan sahurlah kamu, karena makan sahur itu berkah!" (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dari Miqdam bin Madiyakriba, dari Nabi saw.bersabda : "Hendaklah kamu makan sahur, karena itulah makanan yang berkah." (Riwayat Nasa'i dengan sanad yang baik).
Yang menyebabkan berkahnya ialah karena ia menguatkan orang yang berpuasa, menggiatkan dan memudahkannya. Bersahur dianggap tercapai biar dengan makanan banyak atau sedikit, bahkan walau dengan seteguk air. 
Diterima dair Abu Said al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda:
السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالْمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ "Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tingglkan, walau seseorang diantaramu itu akan mereguk air! Karena Allah dan para Malaikat-Nya akan mengucapkan shalawat pada orang-orang yang bersahur. (Riwayat Ahmad).

Waktunya


Bersahur, Ada Barakah 
Waktu sahur ialah dari pertengahan malam, sampai terbit fajar. Dan disunahkan menta'khirkannya (meng-akhirkan).
Dari Zaid bin Tsabit r.a., katanya: "Kami makan sahur bersama Rasulullah saw. lalu kami berdiri untuk melakukan shalat, saya tanyakan: 'Berapa kira-kira jarak antara keduanya '? Ujar Nabi : 'Lima puluh ayat." (H.R. Bukhari dan Muslim). Dari 'Amar bin Maimun, katanya: "Para sahabat Nabi Muhammad saw. itu adlah orang-orang yang paling segera berbukannya, dan paling terlambat bersahurnya." (Riwayat baihaqi dengan sanad yang sah).
Imsak


Sahur.....................!!!
Seandaianya seseorang ragu mengenai terbitnya fajar, ia boleh makan-minum sampai benar-benar yakin bahwa ia telah terbit, dan tidak beramal berdasarkan keraguan tersebut. Karena Allah 'azza wajalla membatasi makan-minum itu hingga betul-betul nyata dan bukan ragu. Sebagaimana firman-Nya:     
                                                                       وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِ‌ۖ 
"... dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar... "(Q.S. Al-Baqarah: 187).
Pernah seorang laki-laki mengatakan kepada Ibnu Abbas r.a.: "Saya bersahur, dan jika saya ragu makan saya berimsak - menahan diri dari makan-minum- " Maka kata Ibnu Abbas; "Makanlah selama anda masih ragu, sampai akhirnya anda tidak ragu lagi!" Berkata Abu Daud :"Telah berfatwa Abu Abdillah - yakni Ahmad bin Hanbal - :'Jika seseorang ragu tentang terbitnya fajar, ia boleh makan sampai yakin benar-benar terbit'." Ini merupakan madzhab Ibnu Abbas, 'Atha', Auza'i dan ahmad, Dan menururt Nawawi, para  sahabat Syafi'i sepakat bolehnya makan bagi orang yang meragukan terbitnya fajar. Imsak sebenarnya mempunyai arti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari waktu Subuh hingga waktu Maghrib. Dengan kata lain sebelum waktu adzan Subuh dikumandangkan, umat muslim masih diperbolehkan untuk makan dan minum. Tapi tidak boleh lewat dari waktu Subuh. Jadi, ketika Anda bangun untuk makan sahur tapi waktu sudah sangat dekat dengan waktu adzan subuh, dan radio, masjid, serta televisi sudah menyatakan imsak, tidak usah khawatir. Karena sebenarnya Anda masih punya waktu 10 menit lagi untuk makan sahur. Manfaatkanlah waktu itu dengan makan dan minum.
Ta'jil, Menyegerakan Berbuka


Kurma, Sunnah untuk \
Berbuka
Disunahkan bagi orang yang berpuasa menyegerakan berbuka, bila telah nyata  terbenamnya matahari. Diterima dari Sahal bin Sa'ad, bahwa Nabi saw. bersabda:
 لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ yang artinya " Selalulah manusia itu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dan sebaiknya berbuka itu dengan buah kurma, dan jka tidak ada maka dengan air. Diterima dari Anas r.a. katanya: "Rasulullah saw. biasa berbuka dengan beberapa buah kurma basah sebelum shalat, jika tidak ada, maka dengan kurma-kurma kering, dan jika tidak ada pula, maka direguknya beberapa teguk air." (Diriwayatkan oleh Abu Daud, juga oleh Hakim yang menyatakan sahnya serta Turmudzi yang menyatakan hasannya). 


Ta'jil, Makanan Buka Puasa
Diterima dari Salman bin 'Amir bahwa Nabi saw. bersabda: "Jika salah seorang diantaramu berpuasa, hendklah ia berbuka dengan kurma, dan jika tidak da maka dengan air, karena air itu suci.'(Riwayat Ahmad, jua Turmudzi yang menyatkannya hasan lagi shahih). 
Dalam hadits terdapat petunjuk bahwa sunat berbuka sebelum shalat Maghrib dengan cara ini. Jika ia telah selesai shalat, barulah ia makan, kecuali bila makanan telah terhidang, mak ia hendaklah makan lebih dulu. Diterima dari Anas, bahwa Nabi saw. bersabda: "Jika makanan malam telah dihidangkan, maka makanlah dulu sebelum shalat Maghrib, janganlah makan malammu itu dikebelakangkan."

Berdo'a Ketika Berpuasa dan Berbuka
  • Diriwayatkan oleh Turmudzi dengan sanad yang hasan bahwa Nabi saw. bersabda:"Ada tiga golongan yang tidak ditolak do'a mereka: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil dan orang yang teraniaya."
  • Dari Ibnu Majah dari Abdullah bin 'Amar bin 'Ash bahwa Nabi saw.bersabda: Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, di waktu ia berbuka teredia do'a yang makbul." Dan di saat berbuka Abdullah mengucapkan dalam do'anya:                           "اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي " ("Ya Allah aku mohon kepada-Mu - dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu - agar aku engkau ampuni.")
  • Dan diterima berita yang sah bahwa Nabi saw. biasa mengucapkan :                            "ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ " (Telah lenyap haus dahaga, telah basah urat-urat, dan insya Allah ditetapkan pahalanya). 
  • Dan diriwayatkan bahwa Nabi saw. biasa berdo'a:                                    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ(Ya Allah karena-Mu lah aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." )Doa dengan redaksi ini diriwayatkan Abu Daud dalam Sunan-nya no. 2358. (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in), dari Mu’adz bin Zuhrah. Sementara Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadis ini mursal. Dalam ilmu hadis, hadis mursal merupakan hadis dhaif karena sanad yang terputus.

Jangan Bunuh Bulan Ramadhan

بســـــــــــــــم الله الرحمن الرحيـــــــــــــــم

Ramadhan tiba musim kebaikan datang menyapa. Pintu karunia di buka ,memudahkan manusia melipat gandakan pahala. Kebaikan memang tidak boleh musiman. Keduanya adalah nafas iman yang harus senantiasa terhembus agar iman tak mati.
Namun demikian, Ramadhan memang bulan istimewa hingga wajar jika kebaikan dan ibadah pada bulan ini lebih meningkat dari biasanya. Justu jika seseorang tak tergiur dan mengabaikan keistimewaan Ramadhan,dialah yang layak disebut tak wajar.

Sayangnya, ketidakwajaran inilah yang sering kita temui. Banyak yang seakan tak tergiur bahkan mengabaikan limpahan pahala di bulan Ramadhan. Akibatnya, bukannya memperbanyak amal shalih, tidak sedikit yang justru menyiapkan agenda-agenda Killing time alias membunuh siang agar segera bertemu maghrib, dan membunuh malam agar segera bertemu waktu sahur. Bukankah ini juga sama dengan membunuh Ramadhan agar segera bertemu 'iedul fitri?? Seakakan-akan, waktu buka dan sahur adalah inti Ramadhan yang layak dikejar, sedangkan  waktu antara keduanya layak dibuang percuma.

Pembunuhan ini biasanaya di lakukan dengan menenggelamkan diri dalam kagiatan sia-sia. Kegiatan-kegiatan yang tidak memberi maslahat duniawi apalagi ukhrawi, selain hanya kesenangan nafsu belaka. Ada yang membenuh Ramadhan dengan memancing ikan seharian, semalaman bahkan beberapa hari. Adapula membuang waktu dengan bermain game HP maupun komputer, menonton TV seharian, bahkan bermain catur padahal permainan catur di benci dalam islam. Tak sedikit pula yang menenggelamkan diri berjam-jam di dunia maya tanpa tujuan yang jelas.

Dari sudut pandang peperangan mmanusia dengan setan, jelas ini merupakan hasil strategi  setan dalam memerangi manusia.
Ada enam (6) strategi utama dalam menjerumuskan manusia. seperti di jelaskan oleh Ibu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Badaai'ush Shonaa'i. Dan strategi inilah yang  paling halus. Bukan lain, ini adalah strategi menjauhkan manusia dari kebaikan perkara-perkara yang tak berguna, meski hukumnya mubah.

Dikatakan yang paling halus, karena dalam hal ini, manusia tidak sadar jika sedang di jebak, walaupun, sebenarnya strategi ini tidak membuhkan dosa seperti yang diharapkan. Tapi paling tidak, manusia tetap jaih dari kebaikan.

Bulan Ramadhan memang menjadi bulan paceklik bagi setan. Pasar maksiat cendrung sepi pengunjung, selain para pelanggan yang memang biasa berkunjung untuk belanja. Pertama karena setan terbelenggu, kedua karena melimpahnya karunia Allah, dan ketiga karena kondisi rata-rata hati manusia sedang bagus-bagusnya. Khususnya di daerah mayoritas muslim, nuansa Ramadhan akan sangat terasa. Semangat ibadah meningkat hingga puluhan persen di banding hari dan bulan biasa. Dan ini mempengaruhi semua orang. Semua ini menyulitkan hingga sekedar tak rugi pun sudah merupakan keuntungan bagi setan.

Bagi kita penomena killing time semacam ini seharusnya dihindari. Sekadar mencari sedikit hiburan dengan berjalan-jalan beberapa saat atau melakukan hal-hal mubah lainnya tentu tidaklah tercela. Itu hanyalah jeda untuk memvariasikan aktivitas selain bekerja dan beribadah. Karena hanya sebagai selingan, tentunya tidak sampai memakan waktu hingga berjam-jam.

Musim pahala ini sungguh terlalu sayang untuk dilewatkan dan dibunuh alias dibuang sia-sia. Sudah selayaknya kita mencontoh para shahabat dalam memanfaatkan Ramadhan. Caranya dengan banyak membaca al-Qur'an, shalat-shalat sunnah, menambah khazanah ilmu dari kajian-kajian islam yang marak diadakan hingga memperbanyak sedekah dan muhasabah diri.

Jika menyia-nyiakan waktu secara umum sangatlah tercela, tentulah menyia-nyiakan waktu yang istimewa akan lebih tercela.

"Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menaiki mimbar( untuk berkhutbah), Menginjak anak Tangga pertama beliau mengucapakan "aamiin", begitu pula pada anak tangga kedua dan ketga. Seusai shalat para shahabat bertanya, mengapa Engkau mengucapkan, "aamiin"? lalu beliau menjawab, 'Malaikat jibril datang dan berkata,' kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup pada bulan Ramadhan tetapi tidak sampai terampuni dosa-dosanya lalu dimasukkan neraka dan dijauhkan oleh Allah, katakan "aamiin". Lalu aku berucap, "Aamiin"......" ( HR. Ahmad)

Maka giatkan Ramdhan kali ini dengan ibadah-ibadah pengeruk pahala. Bulan ini seharusnya kita panen besar dengan segala kemurahan yang Allah  berikan. Membuangnya percuma dengan aktivitas tak berguna adalah kerugian yang akan sangat kita sesali.
Semoga Allah memudahkan langkah kita