Rabu, 23 Oktober 2013
Hikmah ke 21."HAJI=HADIAH JIWA"
Setiap muslim sangat berharap suatu saat dapat menunaikan haji ke Baitullah Makkah, selain rukun Islam dan kewajiban bagi yang mampu, Haji mempunyai pengaruh kejiwaan yang sangat didambakan yaitu merasakan kebesaran, kekusaan, kedekatan dan kasih sayang Allah Swt, hal itu sangat berbeda rasanya pada tempat yang lain dimana pun didunia ini. Itu sebabnya selalu muncul keinginan untuk kembali lagi meskipun sudah berkali-kali naik haji. Beribadah di Makkah dan Madinah terasa nikmat, jiwa tenang, hati lapang dan damai, seolah hidup ini sudah tidak ada problem lagi karena semua dikembalikan kepada Allah Swt. Bagi yg tidak berangkat haji, Nabi menganjurkan umatnya berpuasa pada hari 'Arafah, karena nilainya sangat besar yaitu dosanya diampuni oleh Allah SWT. Selain itu banyak hikmah yang dapat menjadi renungan bagi yang melaksanakan haji, antara lain tentang manasik haji/ tata cara haji mempunyai kesamaan dengan gerakan shalat, yaitu pertama, ihram=wudhu. Kedua, berdiri di Arafah=berdiri takbir shalat. Ketiga, ruku' mengambil batu kecil di Muzdalifah=ruku' dalam shalat. Keempat, melempar jumrah di Mina=i'tidal dalam shalat. Kelima, thawaf ifadhah= sujud dalam shalat. Keenam, Sa'i=duduk dalam shalat. Ketujuh, Tahallul=Salam kanan-kiri dalam shalat. Apa maksudnya? Wallahu A'lam. Subhanallah, Tidak ada yang sia-sia atas seluruh ciptaan Allah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar