Pages

Minggu, 29 September 2013

Hikmah ke 18"Hidup"


Manusia diciptakan oleh yang Ada tanpa di adakan Dialah Allah Awt.Hidup manusia di dunia untuk hidup di akhirat masuk surga, disana tidak ada lagi susah semua menyenangkan, segala sesuatu telah teraedia langsung ada tanpa proses lagi. Karena itu carilah dunia untuk hidup diakhirat surga. Fitrah manusia ingin hidup bahagia, senang, tenang. Tidak seorang pun manusia ingin hidup susah. Kalau begitu, resepnya hanya mengikuti kehendak Sang Pemberi Hidup, Allah Swt. Yaitu Ibadah dan amal shaleh sampai datangnya kematian. Allah maha Rahman dan Rahim, semua kebaikan manusia akan diganjar dengan yang lebih baik dari perbuatannya sementara dosa-dosa lebih banyak dimaafkan diampuni, dan yang pasti Allah tidak pernah berbuat dzalim kepada hambaNya. Hati2lah jika berbuat dosa karena Allah maha perkasa menghukum tanpa ada yang menghalangi, Tapi Dia juga maha Hakim, bijaksana, sehingga tidak ada manusia yang terdzolimi. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 19 "MENGENAL= RECOGNIZE".


" Sesungguhnya AKU tersembunyi AKU ingin dikenal maka AKU ciptakan makhluq supaya hambaKu mengenalKu".
Allah Swt, mengenalkan existensiNya melalui ciptaanNya. Sepertinya sederhana, tapi mengapa banyak manusia sulit mengenalNya. Ooh ya, karena manusia banyak mengenal dirinya, bahkan lebih banyak mengenalkan dirinya daripada berusaha mengenal dan mengenalkan Allah. Cobalah bertanya pada diri kita, betulkah kita lebih banyak mengenal diri kita dari pada mengenal Allah, atau lebih banyak melupakan Allah ?!!! Begitulah, diri manusia telah menjadi hijab yang tebal untuk mengenal Allah. Lalu kepada siapa kita beribadah kalau kita tidak mengenal Allah? Ya manusia banyak mengabdi kepada dirinya sendiri, mengabdi kepada keluarganya, golongannya, partainya, bangsanya karena tidak mengenal Allah Swt. Pada hal jin dan manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah. Karena itu yang paling utama dan pertama yang harus kita kenal adalah ALLAH sebelum terlanjur lebih jauh mengenal selain Allah. " Janganlah kamu seperti orang yang melupakan Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri mereka sendiri..." Qs.59:19. Ok, selagi kita sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, hidup sebelum mati, maka bersegeralah mengenal Allah sebelum semuanya menjadi terlambat karena kematian telah menjemput. Wallahu A'lam.

Jumat, 20 September 2013

Hikmah pertama. PENGETAHUAN-KNOWLEDGE.

Dizaman ini telah banyak manusia yang merusak matanya dengan kebutaan, bukan karena mereka orang bodoh dari ilmu pengetahuan, namun mereka hanya orang-orang yang telah dibodohi oleh ilmu pengetahuannya sendiri. Mereka menganggap dirinya dapat mengupas ilmu pengetahuan didunia, padahal pengetahuan tentang dirinya sendiri masih dalam kebutaan. Apakah mereka pantas dikatakan orang- orang pintar ?!. Orang yang pintar adalah orang yang dapat menghalau ilmu pengetahuan dunia kepada istana ilmu pengetahuan yang hakiki, yaitu ALLAH SWT. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 4. "KESIA-SIAAN= VAINESS.


"Setiap manusia akan binasa kecuali yang berilmu, stiap yang berilmu akan binasa kecuali yang beramal, setiap yang beramal akan binasa kecuali yang beribadah, setiap yan beribadah akan binasa kecuali yang ikhlas". Ikhlas, berarti tanpa pamrih kecuai hanya mengharap ridha Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan nilai kebajikan kita walupun sebesar 'zarrah' atom, karena Allah 'Lathiif ' lembut, halus dan sensitif. Tenangkan hati dengan ke Ikhlasan, yang ditandai dengan tidak ada rasa takut dan tidak ada rasa bersedih. WallahuA'lam.

Hikmah ke 5. "KERAGUAN=DOUBT".


" Tinggalkan apa-apa yang meragukan kepada yang tidak meragukan". Hidup dalam keraguan selamanya menjadikan kita bimbang, sehingga kita susah mengambil keputusan yang tepat. Ragu dan bimbang pertanda lemahnya Iman kita kepada Allah Swt, dan pada gilirannya kita selalu berburuk sangka kepada kemampuan diri, tidak percaya diri, lemah, letih, lesu dan akhirnya jadilah kita sebagai manusia-manusia yang dimaklumi. Apa enaknya hidup, kalau kita dimaklumi terus oleh orang lain. Mulai sekarang tinggalkan setiap yang meragukan. Bangkitlah sebagai orang yang yaqin akan pertolongan Allah selama anda meyaqini Allah Swt. "Intashurullaha yanshurkum". Wallahu A'lam.

Hikmah ke 6. "UJIAN=TESTS".


" Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji".(Qs.29:2).
Mengapa manusia harus diuji? Karena Allah sayang kepada hambaNya, supaya hamba selalu dekat, ingat kepada Allah, tidak menjadi lupa, supaya hamba tidak menjadi orang yang sombong karena sifat sombong itu bukan sifat fitrah manusia yang dapat merusak dirinya sendiri. Allah senang melihat hambanya kalau menjadi hamba yang sabar, bersyukur, ikhlas, ikhtiar, tawakkal, menerima ketentuan Allah Swt. Apalah arti sebuah kekayaan, kekuasaan, kecantikan kalau tidak membuat kesalehan pada diri kita. Apa sih enaknya kalau kita takabbur, sombong???!!!. Dan kalau kita mensikapi ujian dari Allah itu sesuai dengan petunjukNya, maka Allah akan menghargai dengan surgaNya. Kalau begitu semua ujian yang mengenai manusia dasarnya adalah baik untuk meningkatkan keimanan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat nanti.
Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin tinggi pula ujian yang datang kepadanya. Lihatlah para nabi dan rasul Allah, ujiannya berat-berat, tapi semuanya lulus dimata Allah Swt. Lalu bagaimana dengan kita? Jawabanya, pilihan : 1.Sabar atau putus asa. 2. Syukur atau sombong. 3. Iman atau kufur. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 7. "DO'A= MOHON".


"Do'a adalah kunci segala kebaikan". Dengan berdoa kita dapat merasakan dan mengakui kelemahan dan kekurangan diri dihadapan Allah yang maha Akbar, maha Kuasa, maha Memililki. "La hawla wala Quwwata illa billah". Do'a adalah kekuatan-power, semangat- spirit, energi untuk memulai dan melangkah menjalani segala aktifitas keseharian kita dengan penuh percaya diri karena yaqin akan pertongan Allah Swt. Doa bukan hanya meminta-pasif-tapi doa juga bermakna motivasi-aktif- untuk bergerak menyesuaikan diri dengan apa yang kita minta. Ya dengan DUIT= Doa, Usaha, Iman, Tawakkal. Doa seorang muslim semuanya terkabul, karena doa adalah ibadah kepadaNya. Ada yang dikabul segera, ada juga yang diberi dengan lebih baik dari yang diminta dan yang ditunda sampai diakhirat. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 8. "KHUSYU'=SOLEM".


Khusyu' adalah perilaku hati, qalb yang tunduk merendah ketika sedang shalat, ingat terpokus hanya kepada Allah Swt. Sulitkah, beratkah? Sabda Nabi " Yang pertama kali hilang dari umatku adalah khusyu' dan yang terakhir adalah shalat, sehingga banyak yang shalat tanpa khusyu' ". Mengapa? Ya karena belum paham. Untuk khusyu' diperlukan kefahaman dan keyakinan, sampai dapat menyadari dan merasakan kehadiran Allah sedang 'berada' dihadapan kita. Allah senantiasa melihat, mendengar dan mengetahui kita, dimana dan dalam keadaan apapun kita. "Kemana saja kamu berpaling disitu ada 'wajah' Allah". "Dia bersama kamu dimana saja kamu berada". Adakah khusyu' diluar shalat? Gunung, disebut khusyu' dalam alQur'an, yang berarti tunduk karena takutnya kepada Allah Swt. Kalau begitu semua makhluk Allah khusyu'- tunduk, kecuali dari manusia dan jin ada yang tidak mau khusyu'- tunduk kepada Allah karena sombong atau takabbur, mereka itulah yang disebut iblis la'natullah. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 9. " IBADAH= WORSHIP.


" Hai sekalian manusia beribadahlah kepada Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kalian bertaqwa" Qs.2:21.
Sudah pada tempatnyalah manusia mengabdi kepada Allah yang telah menciptakannya, dalam arti taat dan tunduk melaksanakan segala kehendak Allah atas dirinya, baik itu perintah maupun laranganNya. Beribadah kepada Allah bukan untuk Allah, tapi untuk kepentingan, kebahagiaan dan kemuliaan manusia itu sendiri. Itu sebabnya semua perintah dan larangan Allah tidak ada yang bertentangan dengan fitrah diri manusia. Jauh sebelum manusia diciptakan, Allah telah mempersiapkan segala kebutuhan manusia berupa langit, bumi, laut, darat dan segala isi dan kandungannya, sepenuhnya untuk kemaslahatan manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya sampai batas waktu yang telah ditetakan Allah Swt. Manusia lahir dari rahim ibu tanpa busana, tidak membawa apa- apa, dan tidak sedikit pun mengetahui apa-apa. Hal ini menandakan bahwa manusia hadir dipentas bumi ini bukan untuk memiliki, karena sudah menjadi milik Allah semuanya. Hidup dan mati milik Allah, dunia dan akhirat milik Allah. Satu- satunya yang diperkenankan untuk dimiliki manusia yaitu memiliki Allah Yang Satu. Kesadaran ini harusnya difahami oleh setiap manusia normal, yang masih berfikir dengan akal sehat, yang masih merasa dengan hati nurani, kalau tidak ingin disebut sebagai manusia gila, bodoh, khianat dan pendusta. Dengan mengabdi kepada Allah, pertanda bahwa kita adalah manusia, tapi menghamba kepada selain Allah pertanda bahwa kita "Humanimal" luarnya berwajah manusia, tapi dalamnya berjiwa binatang. Manusia seperti inilah yang diperbudak oleh hawa nafsu, tamak seperti monyet, bakhil seperti kucing dan tidak malu seperti babi. Saudaraku mari kita sempurnakan kemanusiaan kita dengan hanya mengabdi kepada Allah Swt. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 10. "BERNIAGA=TRADING.


"Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezekj yang Kamo anugrahkan kepdanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi ". Qs.35:29.
Setiap perniagaan didunia ini pastilah ada ruginya, namun perniagaan yang tidak pernah merugi bahkan tetap bertambah keuntungannya adalah berniaga dengan Allah Swt. Yaitu 1. Terus menerus secara berkesinambungan membaca kitab Allah yang tertulis dalam alQur'an dan membaca kitab Allah yang tak tertulis berupa ayat-ayat kauniyah berupa peristiwa-peritiwa alam, yang hasilnya menjadikan dirinya semakin mengenal Allah dan semakin bertambah pula cintanya kepada Allah Swt. 2. Menegakkan shalat, sampai dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, berarti integritas dirinya semakin bertambah benar, baik dan indah. 3. Mendermakan sebagian rezeki Allah di jalan Allan dengan cara mau berbagi kepada orang lain dan lingkungannya, yakni berbagi ilmu, harta, dan tenaga. Semua itu Allah membelinya dengan bayaran yang sangat- mahal yaitu SURGA. Qs.9:111. Begitu janji Allah yang disebut dalam tiga kitab suciNya, Taurat, Injil dan Alqur'an. Semoga kita orang-orang yang termasuk didalamnya. Wallahu A'lam

Hikmah ke 11. " WANITA=WOMAN "


" Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak- anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Qs.33:59.
Sebenarnya Allah hendak memuliakan dan menjaga perempuan supaya mudah dikenal sebagai wanita shaleh dan supaya tidak diganggu oleh laki- laki yang punya niat jahat terhadap dirinya. Perempuan diberi keistimewaan oleh Allah diberi kecantikan dan daya tarik bagi lawan jenisnya. Kalau perempuan tidak mau menutup auratnya,apalagi dengan sengaja ingin mempertontonkan kecantikan tubuhnya, berarti sama saja mengundang kejahatan itu datang menghampirinya, walaupun tidak disadarinya. Nah, jilbab menjadi hijab, penutup, benteng pertahanan bagi perempuan dari kejahatan itu. Islam sangat menghargai perempuan sebagai ibu, pendidik bagi anak- anak dan bangsanya. Rusaknya suatu bangsa karena rusaknya moral perempuan. Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah.
Rasulullah menurut sabdanya bahwa beliau melihat penghuni neraka dari kebanyakan perempuan karena memakai baju tapi tetap telanjang, berjalan melenggok-lenggokkan tubuhnya dihadapan orang banyak. Takutlah ! Miss World sama dengan pelecehan terhadap diri perempuan dan menjerumuskan perempuan masuk neraka, karena itu Miss world harus di tooolak. Ya Allah peliharalah keluarga kami dari api neraka. Aamiin. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 12. "MAAF=FORGIVE"

.
" Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa". Qs.3:133.
Sebagai orang beriman tidak ada alasan baginya untuk tidak mau meminta atau memberi maaf kepada manusia lainnya, kecuali orang itu tidak mengharapkan ampunan Allah dan surgaNya. Sekecil apapun kesalahan kita, jangan menganggap sepele karena masalahnya akan menjadi besar kalau terbawa sampai mati. Hanya orang yang tinggi hati, sombong yang tidak mau minta maaf atau memaafkan.Tentu kita sangat berharap ampunan Allah karena dengan itu kita bisa selamat dunia-akhitat, tetapi masalahnya ampunan Allah bergantung pada hubungan kita dengan sesama manusia, kalau kita sudah steril dari kesalahan dalam arti sudah minta maaf dan dimaafkan atau memaafkan maka Allah pun akan mengampuni atau memaafkan kita. Intinya mari kita menyebrang ke akhirat tanpa membawa sedikit pun dosa kepada sesama manusia dengan cara siap saling memaafkan. Insya Allah masuk surga tanpa hisab.Ya Allah kami mohon kepadaMu taubat sebelum mati, rahmat saat mati dan ampunan sesudah mati. Wallahu A'lam.

Hikmah ke 13. "MISKIN=INDIGENT".


'Miskin' adalah suatu keadaan yang ditakuti manusia selain takut sakit dan takut mati. Padahal sejatinya manusia tidak bisa menghindar dari hal itu karena sudah menjadi ketetapan Allah, bahagian dari hidup dan kehidupan di dunia ini. Allah yang melapangkan rezeki dan yang menyempitkan kepada hamba yang dikehendakiNya. Manusia hanya berusaha dan mencari dimana rezeki itu didapatkan sesuai dengan ketentuan sunnatullah yang telah ditetapkanNya. Mengapa ada orang miskin tapi hatinya lapang, dan yang kaya hatinya sempit ? Oh, ternyata masalahnya di HATI-QALB. Sabda Nabi: "Allah tidak melihat penampilanmu tapi Allah melihat keadaan Hatimu". Hati yang lapang berarti mau berbagi walau dalam keadaan sempit apalagi kaya, sedangkan hati yang sempit berarti tidak mau berbagi dengan yang lain alias bakhil. Maka dimata Allah bisa terjadi yang miskin tapi kaya, sebaliknya kaya tapi miskin, dan inilah yang belaku diakhirat nanti. Kalau begitu membantu orang miskin di dunia sama dengan menolong kemiskinan kita di akhirat... Ya Allah berilah kami kebaikan didunia dan di akhirat dan hindarkan kami dari neraka. Aamiin .Wallahu A'lam.

Hikmah ke 14. "NI'MAT= GARACE".


"Dan Dia telah memberikan kepadamu dari segala apa yang kamu mohonkan kepada Nya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah niscaya kamu tidak dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari" Qs.14:34
Ni'mat Allah terkadang membawa kebahagiaan dan terkadang juga membawa sengsara. Betapa sedikit manusia bahagia dengan jabatan,harta dan keluarganya, dan betapa banyak manusia sengsara dengan jabatan harta dan keluarganya. Manusia bahagia karena menyadari asal pemberi nikmat yaitu Allah Swt, sehingga membuat dirinya selalu bersyukur kepada Allah. Manusia sengsara karena melupakan sumber pemberi nikmat itu. Tetapi Allah sayang kepada manusia, maka ketika sengsara, sombong, susah, galau, Allah kembali mengingatkan manusia supaya jangan lupa, ingat kembali kepada Allah. "Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang fasik". Qs.59:19.
Bahaya terbesar bagi manusia kalau lupa kepada Allah, yaitu lupa diri sebagai hamba Allah atau abdi Allah, tiba-tiba berubah menjadi hamba atau budak hawa nafsunya sendiri. Qs.45:23. Seolah dirinya sudah tuhan, ingin disebut, ingin didengar, ingin dipandang. Tiba-tiba dirinya berubah menjadi penantang dan penentang Allah, merasa hebat, merasa kuat, merasa benar sendiri. Qs.2:204. Nauzu billah min zalik. Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu ingat dan bersyukur kepadaMu. Aamiin. Wallahu A'lam.

Renungan "JUMAT=Jagalah Urusan Ummat".


Persoalan mendasar umat saat ini adalah keliru dalam memandang kehidupan. Tuhan dipersepsikan tidak lagi aktif terlibat dengan ciptaanNya. Ranah agama disempitkan kepada urusan individu dan penciptaNya. Kebebasan dimaknai sebagai bebas dari aturaNya. Ilmu diraih untuk meraih materi dan profesi. Ilmu dipisahkan dari tujuannya yang hakiki, yaitu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Wahyu tidak lagi dijadikan sumber inspirasi. Intinya, bekal ukhrawi diabaikan demi untuk kepentingaan kehidupan duniawi. Padahal bagi seorang muslim, kehidupan duniawi yang fana ini adalah investasi ibadah untuk kehidupan ukhrawi yang abadi. Individu yang memandang kehidupan yang keliru berdampak kepada tatanan kehidupan masyarakat yang keliru. Ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya yang keliru membawa musibah bagi kehidupan individu dan masyarakat. Akhlak yang semakin terkikis, budaya hedonis yang semakin tinggi dan massif, lingkungan yang semakin destruktif, masyarakat yang mengabakan agama adalah contoh konkrit dari kekeliruan dalam memandang kehidupan yang fana ini. Qs. 28:77. Wallahu A'lam. Semoga manfaat dan menjadi perenungan bagi ummat